Author: Warta Kota Post

  • Resmi! Dedy Satria Terpilih Jadi Ketua Harian, Lembaga Adat Saibatin Makhga Way Lima

    Resmi! Dedy Satria Terpilih Jadi Ketua Harian, Lembaga Adat Saibatin Makhga Way Lima

    Wartakotapost.com – PESAWARAN – Suasana kebersamaan dan kekeluargaan mewarnai acara Buka Bersama dan Silaturahmi Lembaga Adat Saibatin Makhga Way Lima yang digelar pada Sabtu, (7/3/2026).

    Pelaksanaan tersebut bertempat di Gedung Koperasi Sempukhna Jaya, Desa Tempel Rejo, Kecamatan Kedondong, Kabupaten Pesawaran.

    Kegiatan ini dihadiri oleh 60 orang punyimbang dari berbagai tingkatan adat, mulai dari Pengikhan, Suntan, Dalom, Saibatin, hingga Khaja.

    Acara yang berlangsung dari pukul 16.00 sore hingga 21.50 WIB ini menjadi momentum penting bagi penguatan tali silaturahmi antar sesama punyimbang adat Saibatin Makhga Waylima.

    Para peserta tidak hanya berasal dari wilayah sekitar, tetapi juga hadir dari Suka Makhga Tigegok di Pekon Suka Negakha Bolok, menunjukkan soliditas dan semangat kebersamaan yang tinggi dalam wadah adat.

    Kegiatan ini turut dihadiri oleh Bapak Camat Kedondong yang mewakili Bupati Pesawaran, serta Kapolsek Kedondong yang mewakili Bapak Kapolres Pesawaran.

    Kehadiran unsur pemerintah dan kepolisian ini menandakan dukungan penuh terhadap kegiatan adat serta sinergi yang baik antara lembaga adat, pemerintah daerah, dan aparat keamanan dalam menjaga kondusivitas wilayah.

    Acara dimulai dengan buka puasa bersama yang berlangsung khidmat dan penuh kehangatan.

    Setelah berbuka dan melaksanakan ibadah shalat magrib, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi penting terkait penyempurnaan lembaga Adat Saibatin Makhga Waylima.

    Dalam forum diskusi tersebut, para punyimbang membahas Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta pembentukan presidium lembaga.

    Dari hasil musyawarah, ditetapkan 5 orang presidium yang mewakili masing-masing persekutuan dari kebandakhan yang ada di Makhga Waylima.

    Pembentukan presidium ini dimaksudkan untuk memperkuat struktur organisasi adat dan memastikan setiap wilayah persekutuan memiliki perwakilan dalam pengambilan keputusan.

    Puncak acara dilanjutkan dengan pemilihan ketua harian dan jajarannya untuk memimpin roda organisasi ke depan.

    Dalam suasana kekeluargaan dan demokratis, forum sepakat menunjuk Sdr. Dedy Satria, yang beradok Khaja Mangku Negakha, sebagai Ketua Harian Lembaga Adat Makhga Way Lima.

    Sementara itu, Sdr. Murni Achmadi, yang beradok Siakh Makhga, dipercaya sebagai ketua pelaksana yang sukses mengkondisikan jalannya acara hingga akhir.

    Acara ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan bagi kepengurusan baru serta kelancaran program-program adat ke depannya.

    Dengan terbentuknya struktur kepengurusan yang lebih matang, diharapkan Lembaga Adat Saibatin Makhga Way Lima dapat semakin berperan aktif dalam melestarikan adat istiadat serta memberikan kontribusi positif bagi kemajuan masyarakat adat di Kabupaten Pesawaran. (*)

  • Presma BEM Unila Soroti Kinerja Wali Kota, Wilayah Bandar Lampung Kini Langganan Banjir

    Presma BEM Unila Soroti Kinerja Wali Kota, Wilayah Bandar Lampung Kini Langganan Banjir

    Wartakotapost.com, Bandar Lampung – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Bandar Lampung menyebabkan banjir di sejumlah wilayah dan mengganggu aktivitas masyarakat, Jumat (6/3/2026).

    Berdasarkan laporan masyarakat serta pemberitaan media, genangan air terjadi di beberapa kawasan, antara lain Way Halim, Kedaton, Labuhan Ratu, Sukarame, dan Tanjungkarang Timur.

    Selain itu, banjir juga menggenangi sejumlah ruas jalan utama seperti Jalan Urip Sumoharjo dan Jalan Pangeran Tirtayasa, dengan ketinggian air yang cukup dalam di beberapa titik sehingga menghambat mobilitas warga.

    Menanggapi peristiwa tersebut, Presiden Mahasiswa Universitas Lampung, Aditiya Putra Bayu, menilai bahwa kejadian yang kembali berulang ini menjadi indikasi belum optimalnya upaya pemerintah kota dalam menangani persoalan banjir.

    “Banjir yang kembali terjadi di sejumlah wilayah Kota Bandar Lampung menunjukkan bahwa persoalan ini belum ditangani secara serius. Hujan deras memang merupakan faktor alam, namun banjir yang terus berulang setiap tahun mengindikasikan adanya persoalan pada sistem drainase dan tata ruang kota,” ujarnya.

    Adit menilai bahwa Pemerintah Kota bandar lampung perlu melakukan langkah jelas, terarah dan terstuktur dengan baik melalui sinergi yang terukur.

    “Pemerintah kota perlu menunjukkan langkah yang lebih jelas dan terukur agar masyarakat tidak selalu menjadi pihak yang terdampak setiap kali terjadi hujan dengan intensitas tinggi.” sambungnya.

    Lebih lanjut, Aditiya menegaskan bahwa pemerintah kota tidak dapat terus menjadikan faktor cuaca sebagai alasan utama terjadinya banjir.

    Menurutnya, pemerintah daerah perlu menunjukkan komitmen yang lebih kuat melalui kebijakan yang konkret, khususnya dalam pembenahan sistem drainase, penataan kawasan resapan air.

    “Komitmen menangani permasalah melalui kebijakan nyata harus konkret dan perlu  pengawasan ketat terhadap pembangunan yang berpotensi memperparah risiko banjir di wilayah perkotaan.” pungkasnya.

    Mahasiswa juga mendorong pemerintah Kota Bandar Lampung untuk segera mengambil langkah strategis dalam menangani persoalan banjir secara lebih serius dan berkelanjutan, sehingga kejadian serupa tidak lagi menjadi persoalan yang terus berulang setiap tahun. (*)

  • Pengamat Tegaskan Perlu Langkah Konkrit Wali Kota, Masalah Ratusan Petugas Kebersihan Belum Digaji

    Pengamat Tegaskan Perlu Langkah Konkrit Wali Kota, Masalah Ratusan Petugas Kebersihan Belum Digaji

    Wartakotapost.com, Bandar Lampung – Pengamat Kebijakan Publik Universitas Lampung (Unila) Soroti Permasalahan ratusan petugas kebersihan belum menerima gaji selama dua bulan sejak januari 2026, di Pemkot Bandar Lampung, Jumat (6/3/2026).

    Bermula terhadap kebijakan pemerintah kota mengubah tenaga kerja pramubakti menjadi sistem outsourcing, fakta yang terjadi ternyata menyisakan masalah administratif dan teknis di bulan Januari.

    Pengamat Kebijakan Publik, Dedi Hermawan Menyampaikan bahwa permasalahan tersebut menjadi perhatian masyarakat luas dan tentu sangat memprihatinkan.

    “Keadaan ini tentu sangat memprihatinkan, pemerintah kota harus bertanggung jawab terhadap kesejahteraan ratusan petugas kebersihan kota bandar lampung,” ujarnya.

    Menurutnya, Situasi Ekonomi menjadi fokus utama terhadap hak dari para petugas kebersihan untuk dapat memenuhi kebutuhan mereka selama bulan ramadhan sampai menuju hari raya idul fitri 1447 H.

    “Apalagi situasi saat ini, ekonomi yang belum membaik dan suasana bulan suci ramadhan. Lalu akan tiba hari raya idul fitri, tentu para petugas kebersihan sangat membutuhkan pembayaran gaji mereka untuk memenuhi kebutuhan hidupnya,” sambungnya.

    Lebih lanjut, Ia menegaskan bahwa Wali Kota Eva Dwiana wajib turun tangan secara langsung untuk menyelesaikan permasalahan yang telah terjadi dan diperbincangan oleh berbagai kalangan masyarakat.

    “Oleh karena itu, Wali Kota Bandar Lampung, Bunda Eva Dwiana sekali lagi perlu memberikan langkah konkrit penyelesaian nasib para petugas kebersihan.” pungkasnya. (*)

  • Ketua Komisi III DPRD Bandar Lampung Soroti Masalah Ratusan Petugas Kebersihan Belum Digaji

    Ketua Komisi III DPRD Bandar Lampung Soroti Masalah Ratusan Petugas Kebersihan Belum Digaji

    Wartakotapost.com, Bandar Lampung – Persoalan belum dibayarkannya gaji ratusan petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandar Lampung akhirnya mencuat ke ruang Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung, Selasa (3/3/2026).

    Masalah ini memantik sorotan tajam lantaran dinilai minim keterbukaan informasi publik serta kurangnya transparansi anggaran dalam pembiayaan kewajiban bulanan para pekerja.

    Diketahui, ratusan tenaga kebersihan belum menerima upah untuk bulan Januari dan Februari 2026. Kondisi tersebut memicu gelombang protes dari para pekerja yang merasa hak mereka terabaikan.

    Ketua Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung, Agus Djumadi, mengaku prihatin setelah menerima laporan langsung dari salah satu perwakilan petugas kebersihan.

    Ia menegaskan, sebelum pengelolaan beralih ke pihak ketiga, tanggung jawab pembayaran hak pekerja sepenuhnya masih berada di tangan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung.

    “Terkait insentif ini memang menjadi persoalan keuangan Pemerintah Kota Bandar Lampung. Dan yang paling penting, insentif ini tergantung kemampuan keuangan daerah,” ujarnya.

    Meski demikian, Agus mengingatkan bahwa kondisi fiskal tidak seharusnya menjadi alasan berulang untuk mengabaikan hak para pekerja.

    Anggaran daerah, menurutnya, semestinya dirancang agar mampu menjamin pembayaran kewajiban tersebut secara tepat waktu.

    Ia juga menegaskan bahwa DLH tidak bisa sepenuhnya melepas tanggung jawab, meskipun sejak 10 Januari 2026 para petugas kebersihan berada di bawah pengelolaan pihak ketiga, yakni PT Febri Dharma Mandiri.

    “DLH tetap harus memiliki tanggung jawab, tidak bisa lepas tangan. Walaupun sudah di pihak ketiga, mereka tetap berada dalam naungan kerja rekan-rekan DLH,” tegasnya.

    Komisi III pun mendorong agar DLH segera berkoordinasi dengan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) untuk memprioritaskan pembayaran insentif ratusan petugas kebersihan tersebut.

    Agus turut mengingatkan agar persoalan klasik ini tidak kembali terulang. Ia menyinggung bahwa keterlambatan pembayaran insentif pernah memicu protes serupa pada tahun-tahun sebelumnya.

    “Jangan sampai ini berulang seperti beberapa tahun lalu. Masalahnya sama, soal insentif petugas kebersihan,” katanya.

    Sebagai pimpinan Komisi III, ia menegaskan bahwa para petugas kebersihan adalah tulang punggung keindahan dan kebersihan Kota Bandar Lampung. Tanpa mereka, wajah kota akan kehilangan pesonanya.

    Karena itu, ia berharap Wali Kota Eva Dwiana segera turun tangan mencari solusi konkret agar persoalan gaji ini bisa diselesaikan secepatnya.

    “Mudah-mudahan kita doakan bersama, semoga Kota Bandar Lampung memiliki kecukupan untuk pembayaran insentif, khususnya petugas kebersihan. Karena mereka adalah tulang punggung kebersihan kota. Semoga persoalan ini segera teratasi,” pungkasnya. (*)

  • Keji! Ratusan Petugas Kebersihan Tak Digaji, Kadis DLH Bandar Lampung Acuhkan Permasalahan

    Keji! Ratusan Petugas Kebersihan Tak Digaji, Kadis DLH Bandar Lampung Acuhkan Permasalahan

    Wartakotapost.com – Bandar Lampung – Sebanyak ratusan petugas kebersihan mengeluhkan gaji yang belum terbayarkan selama dua bulan sejak januari 2026, di Pemkot Bandar Lampung, Senin (2/3/2026).

    Pasca peralihan sistem tenaga honorer ke outsourcing di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandar Lampung, kebijakan tersebut banyak aksi protes oleh sejumlah karyawan.

    Kebijakan pemerintah kota mengubah tenaga kerja pramubakti menjadi sistem outsourcing fakta yang terjadi ternyata menyisakan masalah administratif dan teknis di bulan Januari.

    Hal tersebut terungkap saat jurnalis lapangan menanyakan langsung kepada perwakilan tenaga kerja kebersihan yang sedang bertugas.

    Pada saat masih dibawah naungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandar Lampung, seharusnya gaji petugas sudah terbayarkan di bulan januari sebelum ada peralihan menjadi PT Febri Darma Mandiri sejak 10 Januari 2026.

    “Kami belum mendapatkan hak gaji di bulan januari saat masih dibawah naungan dinas lingkungan hidup kota bandar lampung. Total seluruhnya sebanyak 398 pekerja tenaga kebersihan belum terbayarkan. Hak yang harus kami terima perbulan sebesar Rp. 2.000.000 perorang,” ungkap salah seorang petugas kebersihan yang tidak ingin disebutkan namanya.

    Lebih lanjut, ia menegaskan saat pihaknya berupaya mendapatkan informasi terkait pembayaran gaji, Kepala Dinas Lingkungan Hidup melalui Kasubag hanya menyampaikan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan Badan Keuangan Daerah (BKD).

    “Setelah saat ini kami bekerja di bawah naungan PT Febri Darma Mandiri terhitung bulan Februari kami menerima gaji di muka, namun di bulan Maret mendatang gaji kami dikeluarkan di akhir bulan,” jelasnya.

    Selain itu, mereka juga mengungkapkan, saat masih berkerja dibawah naungan DLH Kota Bandar Lampung, pembayaran gaji para petugas kebersihan sering diberikan secara terlambat.

    “Harusnya sportif kami bekerja sudah semaksimal mungkin, jadi tolong jika sudah waktunya gaji kami harus disalurkan karena uang tersebut kami gunakan untuk menafkahi keluarga. Semoga keluhan kami sampai kepada Gubernur Lampung kyai Mirza agar merotasi, bila perlu melakukan pencopotan terhadap Kepala bidang yang diduga telah menzalimi kami,” tegasnya.

    Salah satu perwakilan tenaga kerja kebersihan itu juga mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera melakukan pengawasan, serta turun tangan melakukan pengumpulan data (Puldata) dan pengumpulan keterangan (Pulbaket) dan memeriksa Dinas lingkungan hidup.

    “Ini menyangkut hajat hidup orang banyak. Kami minta APH, baik Kepolisian maupun Kejaksaan, memeriksa Kepala Dinas lingkungan hidup Kota Bandar Lampung, mengapa hak kami di bulan Januari hingga saat ini belum diselesaikan, sementara kami sudah beralih di bawah naungan PT, Apakah ada anggaran yang macet atau disalahgunakan, jangan sampai petugas kebersihan dipermainkan,” pungkasnya.

    Sementara itu, saat jurnalis lapangan melakukan konfirmasi melalui via WhatsApp (WA) pada pukul 13.20 WIB terhadap Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandar Lampung, Ia enggan untuk menanggapi permasalahan tersebut.

    Kepala Dinas yang merupakan pimpinan tertinggi dalam struktur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seharusnya berdiri paling depan dalam setiap permasalahan yang ada dan bertanggungjawab sepenuhnya atas semua kebijakan yang telah dibuat juga dilaksanakan.

    Hal ini, justru bungkam dan tidak memberikan respon baik terhadap jurnalis yang notabenenya sebagai kontrol sosial bagi masyarakat khususnya di kota bandar lampung.

    Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi secara langsung oleh pihak terkait, terutama Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandar Lampung khususnya Kasubbag yang membidangi permasalah tersebut. (*)

  • SPPG Dapur Twin Bagikan 1.000 Takjil untuk Warga Kotabumi di Bulan Ramadhan

    SPPG Dapur Twin Bagikan 1.000 Takjil untuk Warga Kotabumi di Bulan Ramadhan

    Wartakotapost.com – Lampung Utara – Memasuki hari kedelapan bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kelapa 7 Dua Dapur Twin membagikan 1.000 paket takjil dan sembako kepada warga dan pengguna jalan di Bundaran Tugu Payan Mas, Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara, Kamis (26/2/2026) sore.

    Kegiatan berbagi ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus mempererat silaturahmi di bulan suci Ramadhan.

    Kepala SPPG Kelapa 7 Dua Dapur Twin, Aspira Wati Twin, mengatakan pihaknya menyiapkan sebanyak 1.000 bungkus takjil beserta sembako untuk dibagikan kepada masyarakat.

    “Alhamdulillah, di hari kedelapan puasa ini kami dapat berbagi 1.000 bungkus takjil beserta sembako kepada warga masyarakat. Semoga apa yang kami lakukan dapat membantu warga yang sedang menjalankan ibadah puasa dan membawa keberkahan bagi kita semua,” Kata Aspira.

    Ia menjelaskan, kegiatan berbagi tersebut bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bentuk komitmen sosial keluarga besar SPPG Dapur Twin dalam menebar manfaat bagi masyarakat sekitar.

    Selain berfokus pada pemenuhan gizi, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat.

    Menurutnya, relawan MBG memiliki peran penting dalam setiap kegiatan kemanusiaan yang dilaksanakan SPPG Kelapa 7 Dua Dapur Twin.

    Karena itu, perhatian terhadap para relawan menjadi bagian dari apresiasi atas dedikasi mereka.

    Sejumlah penerima bantuan mengaku bersyukur atas kegiatan tersebut. Bagi warga dan pengguna jalan, bantuan yang diterima tidak hanya bernilai materi tetapi juga memberikan semangat di tengah kondisi ekonomi yang tidak selalu mudah.

    Salah seorang pengguna jalan, Mega, mengaku terbantu dengan adanya pembagian takjil tersebut.

    “Saya sangat bersyukur dan berterima kasih. Takjil ini sangat membantu, apalagi bagi kami yang masih dalam perjalanan menjelang waktu berbuka,” katanya.

    Sementara itu, Kepala Dapur Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), Nave Loi Lukasim, menyampaikan kegiatan ini terlaksana berkat dukungan relawan dan mitra yang terlibat.

    “Kegiatan ini bisa terlaksana berkat kekompakan relawan dan mitra SPPG. Semoga ke depan kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan dan memberikan manfaat yang lebih luas,” ungkapnya.

    Kegiatan tersebut turut melibatkan para relawan dan mitra SPPG yang bersama-sama memastikan pembagian takjil berjalan tertib dan lancar hingga menjelang waktu berbuka puasa di wilayah Kotabumi. (*)

  • Merawat Silaturahmi Sebagai Jembatan Kasih Sayang Menuju Indonesia Bersinar di Bulan Suci Ramadhan

    Merawat Silaturahmi Sebagai Jembatan Kasih Sayang Menuju Indonesia Bersinar di Bulan Suci Ramadhan

    Oleh: H. Tony Eka Candra

    – Ketua DPD GRANAT Provinsi Lampung

    – Wakil Ketua I ICMI Wilayah Provinsi Lampung.

    Wartakotapost.com, Bandar Lampung – Ditengah kehidupan modern yang penuh kesibukan, silaturahmi bagaikan oasis yang menyegarkan jiwa. Terlebih saat ini, ketika kita berada di Bulan Suci Ramadhan, bulan yang penuh maghfirah dan rahmat. Silaturahmi bukan sekadar tradisi biasa, melainkan seni luhur yang lahir dari ketulusan hati, kepekaan nurani, dan cinta kasih antarmanusia yang menjadi bekal utama kita memasuki bulan penuh keberkahan.

    Ramadhan dan Keberkahan Silaturahmi.

    Betapa indahnya ketika kita menyambut Ramadhan dengan hati yang bersih melalui jalinan silaturahmi. Dalam dunia yang semakin individualis, satu panggilan telepon, satu pesan penuh kasih, atau permohonan maaf yang tulus sebelum fajar Ramadhan menyingsing, bisa menjadi obat penyembuh luka hati.

    Rasulullah SAW bersabda:

    “Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi.” (HR. Bukhari).

    Momentum Ramadhan mengajarkan kita bahwa kesalehan ritual harus berjalan seiring dengan kesalehan sosial. Silaturahmi adalah kunci yang membuka pintu rizki dan keberkahan, menyiapkan kalbu kita untuk meraih derajat takwa yang hakiki.

    Benteng Pertahanan Bangsa Melalui P4GN.

    Lebih dari itu, silaturahmi menjadi pondasi kuat dalam perjuangan mulia kita melawan ancaman besar bangsa, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Dalam forum-forum P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika), silaturahmi hadir sebagai wadah suci yang menyatukan hati segenap lapisan masyarakat. Dengan silaturahmi kita cegah penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba, dan kita selamatkan para penyalahguna dan pecandu Narkoba untuk kita rehabilitasi, agar bisa kembali hidup normal dan sehat ditengah masyarakat, karena mereka bukan pelaku kriminal, tetapi mereka adalah korban dari para sindikat, bandar dan pengedar Narkoba.

    Narkoba adalah musuh siluman yang mengintai generasi muda kita, merobek ikatan keluarga, dan menggelapkan masa depan. Para produsen, sindikat, bandar dan pengedar Narkoba harus diberantas sampai ke akar-akarnya, karena mereka adalah musuh dan penghianat bangsa, sekaligus musuh umat manusia, karena mereka telah melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan. Di bulan Ramadhan yang penuh disiplin diri ini, mari kita jadikan silaturahmi sebagai senjata ampuh. Melalui diskusi konstruktif dan dukungan tulus, kita jaga lingkungan kita agar tetap kondusif, sehat, dan solid. Dengan ikatan silaturahmi yang kuat, tidak akan ada celah bagi peredaran gelap narkoba untuk merusak kesucian bulan Ramadhan dan masa depan anak bangsa.

    Menuju Indonesia BERSINAR

    Mari kita renungkan bersama, ketika tali silaturahmi erat terjalin, kita memiliki kekuatan luar biasa untuk menghadapi badai apa pun. Di dalamnya terkandung kasih sayang yang mampu menyembuhkan dan harapan yang menerangi jalan menuju Indonesia BERSINAR (Bersih dari Narkoba). Setiap senyuman dan uluran tangan kita adalah langkah nyata dalam menjaga dan membentengi generasi penerus bangsa dari kehancuran akibat penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba.

    Marilah kita masuki bulan suci Ramadhan ini dengan semangat silaturahmi yang penuh ketulusan. Mari saling menghargai, mendengarkan dengan hati lapang, dan memberikan dukungan tanpa pamrih. Karena di balik hubungan yang erat itu, tersimpan kekuatan ilahi untuk mengatasi segala tantangan, meraih kemenangan di bulan suci, dan mewujudkan bangsa yang benar-benar bersinar terang.

    Selamat menjalankan ibadah puasa di Bulan Suci Ramadhan. Mohon Maaf Lahir dan Batin. (*)

  • Ketua BEM Unila Soroti Pendidikan, Semakin Gelap Gulita Tanpa Kejelasan

    Ketua BEM Unila Soroti Pendidikan, Semakin Gelap Gulita Tanpa Kejelasan

    Oleh: Aditya Putra Bayu

    Wartakotapost.com, Bandar Lampung –  Kondisi pendidikan di Republik Indonesia, khususnya di Provinsi Lampung, memerlukan perhatian khusus dari seluruh unsur baik masyarakat maupun pemerintah.

    Menanggapi kondisi pendidikan saat ini yang terjadi dan minimnya keberpihakan negara terhadap dunia pendidikan, BEM U KBM Universitas Lampung yang tergabung dalam Aliansi Lampung Melawan secara resmi menyatakan sikap tegas.

    Ketua BEM U KBM Universitas Lampung, Aditya Putra Bayu, menegaskan bahwa pendidikan hari ini telah bergeser menjadi barang mewah yang sulit dijangkau oleh rakyat kecil.

    Ketimpangan akses, kesejahteraan guru yang terabaikan, dan masalah legalitas institusi pendidikan yang seakan dapat menjadi bom waktu apabila tidak segera diatasi serta pendidikan yang tidak menjadi prioritas utama saat ini.

    “Kami tidak akan tinggal diam melihat pendidikan dijadikan sebagai prioritas kesekian. Pendidikan adalah jantung dari kemajuan bangsa, namun kenyataannya hari ini, anggaran dan regulasi belum sepenuhnya berpihak pada mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujar Aditya Putra Bayu.

    6 Tuntutan Utama Aliansi Lampung Melawan:

    Sebagai bentuk komitmen dalam memperjuangkan hak-hak rakyat, Aliansi Lampung Melawan membawa enam tuntutan krusial yaitu:

    Dengan tuntutan:
    1. Menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama negara.
    2. Mewujudkan pendidikan gratis, tanpa syarat, tanpa diskriminasi.
    3. Menambahkan anggaran pendidikan secara nyata dan transparan.
    4. Memprioritaskan serta meningkatkan kesejahteraan guru honorer yang selama ini terus dipinggirkan.
    5. Memindahkan siswa-siswi SMA Siger Bandar Lampung ke SMA yang memiliki legalitas resmi dengan jaminan beasiswa penuh.
    6. Mendorong regulasi pajak progresif yang dialokasikan untuk anggaran pendidikan.

    BEM U KBM Universitas Lampung menegaskan bahwa poin-poin tuntutan ini bukanlah sekadar catatan di atas kertas. BEM Akan terus mengawal setiap butir tuntutan ini kepada para pemangku kebijakan seperti halnya DPRD Provinsi dan Pemerintah Provinsi Lampung hingga ada kebijakan nyata yang diambil.

    “Kami memberikan peringatan keras kepada Pemerintah Provinsi Lampung. Apabila tuntutan-tuntutan ini tidak segera diindahkan dan ditindaklanjuti dengan kebijakan yang konkret, maka kami tidak ragu untuk membawa isu tersebut ke dalam isu gerakan nasional,” tegas Abay. (*)

  • Selama 15 Tahun Jalan Poros Kelurahan Di Lampung Tengah Terabaikan

    Selama 15 Tahun Jalan Poros Kelurahan Di Lampung Tengah Terabaikan

    Wartakotapost.com, Gunung Sugih – Selama lebih dari 15 tahun, jalan poros di Kelurahan Komering Agung dibiarkan dalam kondisi rusak parah tanpa perbaikan dari Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah, Minggu (15/2/2026).

    Kepala Lingkungan 1 Kelurahan Komering Agung, Ahyat, mengungkapkan bahwa pihaknya telah berulang kali mengajukan proposal pembangunan dan perbaikan jalan, baik melalui musrenbang maupun secara langsung ke dinas terkait. Namun hingga kini, belum ada realisasi.

    “Sudah berapa kali kami ajukan proposal, baik lewat musrenbang maupun secara langsung. Tapi sampai hari ini belum ada tindak lanjut yang nyata. Kondisi jalan ini sudah sangat memprihatinkan dan membahayakan warga,” ujar Ahyat.

    Menurutnya, jalan poros tersebut merupakan akses vital masyarakat untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, serta layanan kesehatan.

    Saat musim hujan, badan jalan berubah menjadi kubangan lumpur. Sebaliknya saat kemarau, debu tebal dan batu berserakan mengancam keselamatan pengendara.

    Ahyat juga mengingatkan bahwa Komering Agung memiliki kontribusi besar dalam sejarah pemerintahan daerah. Saat ibu kota kabupaten dipindahkan dari Metro ke Gunungsugih, masyarakat Komering Agung menghibahkan lahan lebih dari 30 hektare.

    Di atas lahan hibah tersebut kini berdiri kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah yang menjadi pusat aktivitas pemerintahan.

    “Komering Agung punya sejarah dalam pembentukan ibukota kabupaten ini. Tanah lebih dari 30 hektare warga hibahkan untuk pembangunan komplek perkantoran Pemkab yang sudah berdiri. Artinya, sudah sewajarnya Komering Agung tidak absen dalam agenda pembangunan setiap tahunnya,” tegasnya.

    Warga berharap Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri, dapat memberikan perhatian khusus terhadap kondisi infrastruktur di wilayah tersebut.

    “Kami tidak meminta yang berlebihan. Kami hanya ingin jalan yang layak demi keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat. Semoga ini menjadi atensi khusus Bupati,” pungkas Ahyat. (*)

  • LSM TRINUSA DPD Provinsi Lampung Dukung Penuh PT. Brantas Abipraya (Persero) Tuntaskan Irigasi untuk Ketahanan Pangan Lampung

    LSM TRINUSA DPD Provinsi Lampung Dukung Penuh PT. Brantas Abipraya (Persero) Tuntaskan Irigasi untuk Ketahanan Pangan Lampung

    Wartakotapost.com, Bandar Lampung – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Triga Nusantara Indonesia (TRINUSA) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Provinsi Lampung menyampaikan dukungan penuh dan komitmennya untuk mendampingi percepatan penyelesaian proyek-proyek irigasi strategis yang ditangani oleh PT. Brantas Abipraya (Persero) di wilayah Lampung, Senin (9/2/2026).

    Proyek-proyek infrastruktur air ini dinilai sebagai pelaksanaan nyata dari visi program ketahanan pangan dan pembangunan pertanian berkelanjutan yang telah digariskan oleh Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

    Dalam pernyataan resminya, Sekertaris Jendral DPD LSM TRINUSA Provinsi Lampung, Faqih Fakhrozi S.Pd, menegaskan bahwa pembangunan irigasi modern merupakan kebutuhan mendesak untuk menggerakkan sektor pertanian Lampung sebagai penopang pangan nasional.

    “Kami melihat kerja PT. Brantas Abipraya di lapangan sebagai bagian dari ekosistem besar pembangunan Indonesia, khususnya dalam menjalankan agenda strategis Presiden Prabowo untuk swasembada pangan dan kesejahteraan petani. Penyelesaian proyek ini akan menjadi bukti komitmen negara hadir melalui infrastruktur,” paparnya.

    LSM yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi, sosial, dan lingkungan ini menyatakan peran aktifnya tidak hanya sebagai pengawas, tetapi juga sebagai fasilitator komunikasi antara kontraktor BUMN, pemerintah daerah, dan komunitas petani penerima manfaat. TRINUSA siap menjadi jembatan aspirasi masyarakat.

    Dukungan kami kepada Brantas Abipraya bersifat konstruktif, yaitu memastikan proyek berjalan lancar, tepat waktu, dan hasilnya dapat langsung dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas lahan dan pendapatan petani Lampung,” tambah Faqih.

    Proyek pengembangan dan rehabilitasi jaringan irigasi yang dikerjakan PT. Brantas Abipraya (Persero) tersebar di beberapa kabupaten di Lampung.

    Proyek ini diharapkan dapat mengatasi tantangan distribusi air, mengoptimalkan lahan sawah beririgasi, dan mendukung program intensifikasi pertanian.

    Manajemen PT. Brantas Abipraya menyambut baik dukungan dan kepercayaan yang diberikan oleh LSM TRINUSA dan masyarakat Lampung.

    Perusahaan menegaskan akan mengerahkan sumber daya terbaiknya untuk menyelesaikan pekerjaan dengan standar kualitas tinggi, sebagai bentuk tanggung jawab BUMN dalam mendukung kebijakan strategis pemerintah pusat dan daerah.

    Dengan kolaborasi antara BUMN, masyarakat sipil, dan pemerintah daerah ini, target penyelesaian proyek irigasi di Lampung diharapkan dapat tercapai sesuai rencana.

    Hal ini sejalan dengan semangat gotong royong untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional yang merupakan salah satu pilar utama dalam visi pembangunan Presiden Prabowo Subianto. (*)